Jangan Bersedih Jika Doamu Belum Dikabulkan
Jangan bersedih jika doamu tidak segera dikabulkan, karena di sana terdapat keuntungan yang tak terlihat. Nabi bersabda :
ما من دا ع يدعو الله تعالي ﺇلا ﺃتاه بها ﺇحدي ثلاث ﺇما تعجيل حاجته وﺇما ﺃن يعطه من الخير مثلها وﺇما ﺃن ينصر عنه منالشر مثلها.
"Tidak ada seorang pun yang berdoa kepada Allah Ta'ala,kecuali Allah akan mendatangkan salah satu dari tiga hal berikut: bisa disegerakan pemenuhan kebutuhannya,atau diberikan kepadanya kebaikan yang semisalnya,atau dipalingkan darinya keburukan yang semisalnya."*
* Tidak ditakhrij. Hadits yang semakna dapat dilihat dalam Muwatha` Malik/Kitab An-nida`li Ash-Shalat/Bab Ma ja`afi Ad-Du`a/no.453. Edt.
Jangan bersedih dan ketahuilah bahwa kebaikan tidak selamanya seperti yang kamu kira, yaitu dalam dikabulkannya doamu dan terwujudnya tuntutanmu.
Jangan bersedih, _karena jika Allah tidak mengabulkan doamu, maka Dia hindarkan darimu cobaan_, sungguh telah terjadi pertarungan --antara cobaan yang turun dengan doa yang naik— dan urusan berakhir dengan keselamatanmu serta dihindarkannya keburukan darimu.. bersyukurlah kepada Allah atas keselamatanmu. Jangan bersedih karena tidak dikabulkannya doa. Sebab barangkali telah diketahui dalam ilmu Allah bahwa seluruh timbangan amal kebaikanmu tidak lebih berat pada Hari Kiamat kecuali jika ditambahkan padanya pahala doamu yang ditangguhkan sampai akhirat nanti. Jika kamu pada Hari Kiamat melihat, bahwa doa yang dikabulkan sudah tidak ada, sedangkan doa yang belum dikabulkan masih tersisa pahalanya, niscaya kamu akan mengatakan kepada dirimu dengan penuh penyesalan, "Ya Allah, andaikan Engkau tidak mengabulkan satu pun dari doaku di dunia!"
Jangan bersedih.... barangkali dengan tidak dikabulkannya doamu karena telah diketahui dalam ilmu Allah bahwa kebaikan terdapat pada dipalingkannya hal yang diminta darimu, karena Dialah satu-satunya Dzat yang mengetahui perkara yang Ghaib, oleh karena itu, Dialah yang paling mengetahui hal yang bermanfaat dan maslahat bagimu.
Jika yang kamu minta adalah harta, barangkali akan merusak dan menjadikanmu melampaui batas.
Jika yang kamu minta seorang anak, barangkali jika sudah besar, dia akan menjadi anak durhaka hingga menyulitkan dan menyengsarakanmu.
Jika yang diminta adalah pekerjaan atau jabatan, barangkali akan terbuka bagimu pintu dari pintu-pintu rezeki yang haram, seperti menerima suap dan semisalnya, sehingga dengan demikian kamu binasa.
Betapa banyak yang dicintai terdapat pada yang dibenci dan yang dibenci terdapat pada yang dicintai, dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah..
Jangan bersedih jika Allah tidak mengabulkanmu, mungkin kesalahannya ada pada dirimu, bisa jadi karena memakan yang haram atau syubhat, sehingga tidak dikabulkannya doa adalah sebagai pengingat untuk memperbaiki jalan hidupmu, dan menyusul apa yang hilang darimu.
Jangan bersedih, mungkin Allah Ta`ala tidak mengabulkanmu, karena Dia hendak menyambungkan tali yang kamu putuskan –antara kamu dan Dia hingga kamu bersandar kepada-Nya dan mendengar rintihanmu diwaktu sahur,melihat air matamu yang mengalir dan dengan itu tercucilah dosa yang tidak bisa disucikan kecuali dengan air mata penyesalan dan kesedihan atas apa yang telah berlalu--.
Ibnu Atha`illah As-Sakandari meringkas semua hal di atas dalam kalimat hikmahnya: Jangan sampai terlambatnya pengabulan yang disertai doa yang terus menerus membuatmu putus asa, karena Dialah yang telah menjamin pengabulan doa bagimu, sesuai dengan yang Dia pilihkan untukmu dan bukan yang kamu pilihkan untuk dirimu sendiri –pada waktu yang Dia kehendaki dan bukan pada waktu yang kamu kehendaki--.
Kita sebagai makhluk-Nya haruslah pandai bersyukur dan husnuzhon kepada Sang Khalik, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.
** Dikutip dari La Tahzan, Syaikh M.Abdul Athi Buhairi.dengan perubahan dan penambahan.
Senin, Agustus 17, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar